
Semangat melestarikan budaya bangsa terus ditanamkan kepada peserta didik melalui kegiatan kokurikuler yang kreatif dan bermakna. Peserta didik kelas VIII SMPN 017 Jambi melaksanakan kegiatan kokurikuler bertema “Jejak Warisan Nusantara: Menyulam Cinta Budaya Melalui Karya Siswa” yang berlangsung di Taman Banjuran Budayo, 13 Mei 2026

“Peserta didik kelas VIII dan guru pendamping foto bersama”
Sebelum kegiatan dimulai, Kepala Sekolah SMPN 017 Jambi memberikan pengantar sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa di tengah perkembangan zaman dan arus globalisasi. Beliau juga mengapresiasi semangat peserta didik dan kerja sama para guru dalam menyukseskan projek lintas mata pelajaran ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana pembelajaran yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menanamkan karakter cinta tanah air, gotong royong, dan kreativitas pada peserta didik.

“Sambutan dari Kepala SMPN 017 Jambi”
Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran nyata bagi peserta didik untuk mengenal, memahami, dan mencintai keberagaman budaya Nusantara melalui berbagai karya dan aktivitas kolaboratif. Kegiatan kokurikuler ini merupakan bentuk pembelajaran lintas mata pelajaran yang melibatkan mata pelajaran Seni Budaya, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), serta Bahasa Indonesia
Dalam kegiatan tersebut, peserta didik menampilkan berbagai hasil karya yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia, mulai dari penampilan seni, eksplorasi nilai budaya lokal, hingga kegiatan literasi dan presentasi hasil pengamatan. Melalui pembelajaran berbasis projek ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman langsung dalam bekerja sama, berkomunikasi, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa.

“Penampilan peserta didik dalam implementasi merayakan kekayaan budaya bangsa”
Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Dengan latar budaya yang kental di Taman Banjuran Budayo, peserta didik tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Mereka belajar bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga identitas yang harus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda.
Guru-guru pendamping dari berbagai mata pelajaran turut berkolaborasi dalam membimbing peserta didik selama proses kegiatan berlangsung. Kolaborasi lintas mapel ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang mendalam, kontekstual, dan menyenangkan. Peserta didik diajak untuk memahami nilai budaya melalui pengalaman langsung sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Melalui kegiatan kokurikuler, diharapkan peserta didik semakin memiliki karakter cinta tanah air, menghargai keberagaman, serta mampu mengekspresikan kreativitas mereka melalui karya-karya positif. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pembelajaran di sekolah dapat dilakukan secara inovatif dengan memadukan pendidikan karakter, budaya, dan keterampilan abad 21 dalam satu pengalaman belajar yang utuh.




